Logo Kangsantri AI

Syukur Sabar Ingat Akhirat

Khutbah Jumat
S
Salman Marzuki
2 Oktober 2026 5 menit baca 1 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.

أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ: اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى:

قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala, Tuhan semesta alam, yang telah menganugerahkan limpahan nikmat dan karunia-Nya kepada kita, sehingga pada hari yang penuh berkah ini kita masih diberi kesempatan untuk bersimpuh di rumah-Nya dalam keadaan beriman dan berserah diri. Shalawat beriring salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikutnya yang istiqamah meniti jalan kebenaran hingga hari akhir kelak.

Di atas mimbar yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian: marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Takwa dalam arti menjalankan segala perintah-Nya dengan penuh keikhlasan dan menjauhi setiap larangan-Nya dengan penuh kesadaran. Sebab, tiada bekal yang paling berharga untuk mengarungi kehidupan dunia dan menghadapi keabadian akhirat melainkan bekal takwa dan kesucian jiwa.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Akhir-akhir ini, kita semua merasakan bagaimana sengatan cuaca panas yang begitu terik menyelimuti hari-hari kita. Udara terasa kering, sinar matahari membakar kulit, dan dahaga begitu cepat mengeringkan tenggorokan. Bagi seorang mukmin, fenomena alam ini tidak boleh dipandang sekadar sebagai perubahan musim atau siklus cuaca biasa. Setiap tetes keringat dan rasa gerah yang kita alami adalah ayat kauniyah—tanda kekuasaan Allah yang membawa pesan mendalam agar hati kita terketuk dan jiwa kita terbangun dari kelalaian.

Cuaca panas yang menerpa kita hari ini mengetuk pintu hati kita melalui tiga perkara utama: antara pintu syukur, pintu sabar, dan pintu pengingat dahsyatnya hari akhirat.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Pintu pertama adalah pintu syukur. Sungguh, betapa sering kita melupakan nikmatnya hembusan angin sejuk, nikmatnya berteduh di bawah rindangnya pepohonan, serta nikmatnya meneguk segelas air bersih hingga cuaca panas ekstrem ini datang menyadarkan kita. Ketika dahaga membakar kerongkongan, barulah kita menginsafi bahwa setetes air adalah anugerah tak ternilai dari Allah Azza wa Jalla. Maka saat kita masih memiliki tempat bernaung yang layak dan air pelepas dahaga yang melimpah, getarkanlah lisan dan kalbu kita untuk memuji-Nya. Jangan biarkan lisan kita mengeluh dan mencela cuaca, karena mencela waktu dan ciptaan Allah adalah perbuatan yang tidak pantas bagi seorang hamba yang beriman.

Pintu kedua adalah pintu sabar. Bagi saudara-saudara kita yang harus membanting tulang di bawah terik matahari demi menjemput rezeki yang halal bagi keluarganya, ketahuilah bahwa tetesan keringat dan rasa lelah yang engkau tanggung dengan ikhlas tidak akan pernah sia-sia di sisi Allah. Rasa gerah yang ditahan dan keletihan fisik yang disabari akan menjadi kafarah penggugur dosa-dosa dan pengangkat derajat kemuliaan di surga kelak.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Pintu ketiga yang paling menggetarkan sanubari kita adalah cuaca panas sebagai pengingat akan dahsyatnya adzab dan pengadilan di akhirat kelak. Rasa panas yang kita rasakan di dunia ini sesungguhnya hanyalah sebagian kecil dari hembusan neraka Jahannam.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadits shahih:

اشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ: رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا، فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ: نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ، وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ، فَهُوَ أَشَدُّ مَا تَجِدُوْنَ مِنَ الْحَرِّ، وَأَشَدُّ مَا تَجِدُوْنَ مِنَ الزَّمْهَرِيْرِ

"Neraka mengadu kepada Tuhannya seraya berkata: 'Wahai Tuhanku, sebagian dariku memakan sebagian yang lain.' Maka Allah mengizinkannya bernafas dengan dua hembusan nafas: satu hembusan nafas di musim dingin dan satu hembusan nafas di musim panas. Maka itulah hawa paling panas yang kalian rasakan dan itulah hawa paling dingin yang kalian rasakan."

Subhanallah! Hawa panas dunia yang baru mencapai puluhan derajat saja sudah membuat tubuh kita lunglai, gelisah, dan tak berdaya. Lantas, bagaimanakah keadaan tubuh yang lemah ini ketika kelak berhadapan dengan api neraka Jahannam yang panasnya berpuluh-puluh kali lipat lebih dahsyat dari api dunia?

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memperingatkan di dalam Al-Qur'an:

قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ

"Katakanlah: 'Api neraka Jahannam itu jauh lebih sangat panas,' andaikata mereka mengetahui."

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Bayangkanlah pula saat kelak seluruh umat manusia dihimpun di Padang Mahsyar. Hari di mana matahari didekatkan sedekat satu mil di atas kepala manusia, tanpa ada naungan gedung, tanpa ada pepohonan, dan tanpa ada pakaian pelindung. Pada saat itu, keringat manusia akan bercucuran hingga menenggelamkan tubuh mereka sesuai dengan banyaknya dosa yang mereka perbuat di dunia. Ada yang tenggelam hingga mata kakinya, ada yang hingga pinggangnya, dan ada pula yang tercekik oleh keringatnya sendiri.

Pada hari yang sangat mencekam dan membakar tersebut, tiada tempat berteduh kecuali satu naungan, yaitu naungan Arsy Allah Subhanahu wa Ta'ala. Naungan yang hanya diberikan kepada hamba-hamba pilihan: pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah, orang yang hatinya terpaut dengan masjid, serta mereka yang gemar bersedekah dan menangisi dosa-dosanya di keheningan malam karena takut kepada Allah.

Oleh karena itu, di tengah cuaca panas yang kita rasakan saat ini, marilah kita memperbanyak amal kebajikan, salah satunya adalah berbagi air minum dan membantu mereka yang kehausan dan kepanasan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ سَقْيُ الْمَاءِ

"Sedekah yang paling utama adalah memberi air minum."

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Jadikanlah teriknya sengatan matahari dunia ini sebagai panggilan jiwa untuk segera bertaubat dan kembali kepada Allah. Sebelum raga ini terbujur kaku di liang lahat yang sempit, dan sebelum terik Padang Mahsyar membakar kita tanpa ampun, mari kita basuh dosa-dosa kita dengan air mata penyesalan dan istighfar. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala mengampuni seluruh khilaf kita, menganugerahkan naungan rahmat-Nya di hari kiamat, serta menyelamatkan kita dan keluarga kita dari siksa api neraka.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلىَ رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →