اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ: اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى:
الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah...
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Takwa yang bukan sekadar di lisan, tapi meresap ke dalam hati dan nampak dalam perilaku. Apalagi kita baru saja melewati bulan Ramadan dan merayakan Idul Fitri. Hari ini, suasana "Halal bi Halal" masih terasa hangat. Di kantor, di kampung, bahkan di grup-grup WhatsApp, pesan "Mohon Maaf Lahir dan Batin" bertebaran seperti debu di musim kemarau—ada di mana-mana.
Namun, jamaah sekalian yang dimuliakan Allah, seringkali kita melihat fenomena yang agak unik. Banyak orang yang jempolnya sangat lincah mengetik "Maafkan segala khilafku, Sayang," lewat pesan siaran (broadcast), tapi ketika bertemu orangnya langsung di jalan, wajahnya mendadak kaku seperti cucian yang dijemur pakai kanji. Salaman pun hanya ujung jari, seolah takut ketularan virus "salah."
Padahal, esensi Halal bi Halal bukan sekadar formalitas basa-basi atau sekadar menghabiskan stok kue nastar dan opor ayam di rumah tetangga. Halal bi Halal adalah momen "cuci gudang" hati kita. Bayangkan hati kita ini seperti memori handphone. Selama setahun, kita simpan file-file sampah: ada folder "Benci sama ipar", ada cache "Iri sama tetangga yang beli mobil baru", ada juga file besar berjudul "Dendam masa lalu karena utang belum dibayar". Kalau tidak dihapus sekarang melalui Halal bi Halal yang tulus, maka "perangkat" iman kita akan nge-lag, lemot, bahkan bisa rusak total di hadapan Allah nanti.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah...
Ada sebuah kisah menarik tentang seorang sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW hanya karena satu kebiasaan sederhana. Apakah dia shalat seribu rakaat? Tidak. Apakah dia puasa setiap hari? Tidak. Tapi setiap kali dia mau tidur, dia membersihkan hatinya dan berkata, "Ya Allah, siapa pun orang yang hari ini menyakitiku, menggunjingku, atau menzalimiku, semuanya sudah aku maafkan."
Lah, kita? Kadang kita ini tipe "Pemaaf yang bersyarat." Kita bilang, "Iya, saya maafkan, tapi jangan harap saya mau lihat mukanya lagi sampai hari kiamat!" Ini namanya bukan memaafkan, jamaah, ini namanya "gencatan senjata sementara."
Allah SWT sangat mencintai orang yang memaafkan di saat ia mampu untuk membalas. Nabi Muhammad SAW bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا
Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba yang pemaaf kecuali kemuliaan.
Ingat, orang yang minta maaf itu berani, tapi orang yang memaafkan itu jauh lebih berani dan mulia. Jangan sampai kita menjadi orang yang "bangkrut" (Muflis) di akhirat. Orang yang rajin shalat, rajin puasa, tapi di hari kiamat pahalanya habis dirampas oleh orang-orang yang dulu ia sakiti hatinya, ia ghibah-kan aibnya, dan ia tidak pernah mau ber-halal bi halal dengannya di dunia.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah...
Marilah di sisa bulan Syawal ini, kita benar-benar menjadikan Halal bi Halal sebagai momentum untuk meruntuhkan tembok ego kita. Kalau ada tetangga yang dulu pernah salah paham, datangi, senyumi. Kalau ada saudara yang sudah lama tidak tegur sapa karena urusan warisan atau urusan sepele lainnya, teleponlah. Jangan gengsi. Gengsi itu tidak laku di surga.
Kita semua manusia biasa, bukan malaikat yang tak punya salah, dan bukan setan yang tak punya benar. Maka, selagi napas masih dikandung badan, selagi pintu maaf masih terbuka, mari kita saling menghalalkan. Jangan sampai kita menghadap Allah dengan membawa beban kebencian yang membuat kita berat untuk melangkah ke surga.
Semoga Allah SWT membersihkan hati kita, melembutkan lisan kita, dan menjadikan kita termasuk golongan hamba-hamba-Nya yang saling mencintai karena Allah. Amin ya Rabbal 'Alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ