Logo Kangsantri AI

Kebaikan Berbalas Surga Abadi

Khutbah Jumat
N
Naya 2814
24 September 2026 4 menit baca 0 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.

أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ: اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Segala puji hanya milik Allah, Dzat Yang Maha Menatap setiap gerak-gerik hati kita yang rapuh. Shalawat teriring salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Agung Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, teladan kebaikan yang air matanya selalu mengalir memikirkan keselamatan umatnya.

Di hari yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Jangan biarkan nafas ini berhenti, jangan biarkan ajal menjemput, melainkan ruh kita dalam keadaan tunduk dan berserah diri kepada-Nya.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...

Detik demi detik bergulir begitu cepat tanpa kita sadari. Rambut kita mulai memutih, tenaga kian melemah, dan langkah kaki kita sesungguhnya semakin mendekat ke liang lahat. Betapa sering kita menghabiskan umur, memeras keringat, dan mengorbankan air mata demi mengejar keuntungan duniawi. Kita mengira keuntungan adalah ketika harta bertumpuk, rumah megah menjulang, dan pujian manusia mengalir tiada henti.

Namun, tanyakanlah kepada lubuk hati kita yang terdalam di saat hening: ketika kain kafan telah membalut tubuh kita yang kaku, ketika tubuh ini diturunkan ke dalam liang tanah yang sempit, gelap, dan sunyi, apakah tumpukan harta itu akan menemani kita?

Demi Allah, semua yang kita banggakan akan berbalik meninggalkan kita. Anak-anak yang kita cintai akan pulang, harta yang kita kumpulkan akan diperebutkan, dan kita akan tertinggal seorang diri di dalam perut bumi yang dingin. Di saat itulah, kita baru tersadar betapa meruginya jiwa yang lalai, dan betapa beruntungnya jiwa yang selama hidupnya gemar menanam benih kebaikan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dengan penuh kasih sayang:

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan, ada pahala yang terbaik yaitu surga dan tambahannya kenikmatan melihat Wajah Allah. Dan wajah-wajah mereka tidak ditutupi debu hitam kegelapan dan tidak pula kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...

Inilah perniagaan yang tidak akan pernah merugi. Keuntungan dari sebuah kebaikan tidak hanya dirasakan saat di akhirat kelak, melainkan telah Allah bentangkan sejak di dunia. Jiwa orang yang gemar berbuat ihsan akan dipenuhi ketenangan, dadanya dilapangkan dari himpitan gelisah, dan hidupnya dinaungi keberkahan yang hakiki.

Bahkan ketika saat-saat paling menakutkan tiba, yaitu saat sakaratul maut merenggut nyawa, kebaikan-kebaikan tulus yang pernah kita perbuat akan datang menjelma menjadi pelindung yang menenangkan jiwa yang sedang ketakutan.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam sebuah riwayat yang menggetarkan:

صَنَائِعُ الْمَعْرُوفِ تَقِي مَصَارِعَ السُّوْءِ وَالْآفَاتِ وَالْهَلَكَاتِ

Perbuatan-perbuatan baik akan melindungi pelakunya dari kematian yang buruk (su'ul khatimah), dari malapetaka, dan dari kehancuran.

Renungkanlah, wahai hamba-hamba Allah... Mungkin sedekah seribu rupiah yang kita berikan dengan ikhlas di saat sempit, itulah yang menahan kita dari siksa kubur. Mungkin sebutir kurma atau sesuap nasi yang mengenyangkan orang lapar, itulah yang memadamkan murka Allah atas dosa-dosa rahasia kita. Mungkin senyuman tulus dan kesabaran kita memaafkan orang yang menyakiti hati kita, itulah yang menjadi cahaya penerang saat jembatan Shirath membentang di atas neraka yang bergolak.

Jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Air mata taubat yang menetes di keheningan malam, tangan yang menuntun orang buta, lisan yang menahan diri dari mencela, semuanya tercatat rapi di sisi Allah dan tidak akan pernah disia-siakan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan kita dalam Kitab Suci-Nya:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...

Sebelum pintu taubat tertutup rapat, sebelum nafas tersengal di kerongkongan, marilah kita basuh hati kita yang telah lama berdebu dengan dosa. Menangislah di hadapan Rabb kita yang Maha Pengampun. Belum terlambat untuk menjadi insan yang gemar menabur kebaikan, meringankan beban sesama, dan berbakti kepada orang tua. Jadikanlah sisa hembusan nafas ini sebagai ladang amal yang akan kita panen dengan senyuman dan tangis kebahagiaan saat berjumpa dengan Allah kelak.

Semoga Allah melembutkan hati kita yang telah lama mengeras, mengampuni kelalaian umur kita yang telah terbuang sia-sia, dan mengumpulkan kita semua di dalam surga-Nya bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلىَ رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →