Logo Kangsantri AI

Muharram Bulan Penuh Berkah

Kultum
Z
Zuhad Badrul Husein
10 Juni 2026 3 menit baca 18 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Bapak-bapak yang perutnya mulai buncit karena kebanyakan ngopi, dan Ibu-ibu yang semangatnya luar biasa kalau dengar diskon pasar, selamat malam dan salam takzim untuk kita semua. Alhamdulillah, kita masih diberi napas panjang untuk bertemu Muharram, bulan yang dulu kita tunggu-tunggu, tapi kadang malah bikin kita bingung mau bikin bubur Suro atau mau mulai nabung akhirat.

Pergi ke pasar membeli mangga,
Mangga manis dibawa ke rumah tetangga.
Mari kita buka pintu surga,
Muharram datang bawa berkah berlipat ganda.

Bapak Ibu sekalian, Muharram ini ibarat "Tahun Baru Masehi" versi orang saleh. Bedanya, kalau tahun baru masehi orang bakar petasan sampai tangannya nyaris hangus, nah di Muharram ini, Allah malah minta kita bakar semangat ibadah. Kenapa? Karena Muharram itu bulan haram, bulan yang dimuliakan. Allah berfirman:

فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
"Maka janganlah kalian menzalimi diri kalian dalam bulan-bulan itu." (QS. At-Taubah: 36).

Maksudnya menzalimi diri sendiri itu bukan cuma pas lagi galau lalu curhat di media sosial, ya. Tapi ketika kita membiarkan umur berkurang tapi dosa malah bertambah. Bayangkan, setahun sudah lewat, jatah napas kita menipis, tapi shalat masih sering telat. Itu namanya menzalimi diri sendiri dengan cara yang elegan.

Ingat kata Nabi kita dalam hadits riwayat Muslim:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram." (HR. Muslim).

Jadi, kalau ditanya, "Pak Ustadz, Muharram enaknya ngapain?" Ya puasa! Bukan malah nungguin ritual-ritual yang nggak jelas pangkal ujungnya. Imam Hasan Al-Bashri pernah berkata: "Sesungguhnya dunia ini terdiri dari tiga hari: Kemarin yang sudah pergi, Besok yang belum tentu ada, dan Hari ini yang sedang kita jalani."

Analogi sederhananya begini, Bapak Ibu. Kita ini seperti orang yang sedang mengantre di kasir swalayan. Muharram adalah waktu di mana kasirnya baru ganti shift. Kalau kemarin di tahun yang lama kita banyak belanja dosa, jangan diteruskan. Mumpung shift baru, ayo ganti keranjang belanjaan kita dengan amal jariyah, tahajud, dan sedekah. Jangan sampai kita mau bayar dosa di akhirat nanti, tapi dompet ibadahnya kosong melompong. Malu kan, sudah antre panjang-panjang, eh ternyata nggak bisa transaksi karena saldo pahala nol?

Maka dari itu, mari jadikan Muharram ini titik balik. Suro bukan untuk takut sama bayangan sendiri, bukan untuk percaya sama mitos-mitos yang justru menjauhkan kita dari tauhid. Suro adalah saat kita bilang, "Ya Allah, tahun lalu saya banyak bolong shalatnya, tahun ini saya mau mulai lebih rajin lagi."

Yuk, mulai besok kita disiplinkan diri. Jangan cuma jadi "hamba Muharram" yang semangatnya cuma di awal bulan saja. Mohon ampun atas segala khilaf, perbanyak bersyukur, dan jangan lupa, utang di warung kalau bisa segera dilunasi sebelum masuk tahun baru hijriah lagi. Semoga di tahun baru ini, Allah ampuni dosa-dosa kita yang menumpuk seperti cucian belum disetrika, dan diganti dengan pahala yang melimpah ruah.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →