Logo Kangsantri AI

Cahaya Maulid, Akhlak Terpuji

Kultum
K
Kholis Langgeng
9 September 2026 2 menit baca 25 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Bapak-bapak yang perutnya mulai buncit karena kebanyakan ngopi, Ibu-ibu yang masih sempat mikirin harga cabai di tengah majelis ilmu, dan adik-adik yang saya doakan semoga cepat dapat jodoh yang shalih dan shalihah. Bagaimana kabarnya hari ini? Alhamdulillah, wajah-wajah di sini tampak bersinar, entah karena memang cahaya iman atau karena pantulan lampu masjid yang terlalu terang, saya pun tak tahu pasti.

Pergi ke pasar membeli ikan,
Ikan dimasak enak rasanya.
Maulid Nabi kita rayakan,
Tiru akhlaknya jadi utamanya.

Maulid Nabi bukan sekadar ajang makan besar atau lomba hias telur yang berakhir jadi pajangan. Kita sering bangga merayakan lahirnya Baginda Nabi ﷺ, tapi lupa kalau beliau diutus bukan untuk jadi pajangan sejarah, melainkan untuk jadi "kurikulum hidup" kita. Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Malik:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
"Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."

Jadi, kalau kita rajin shalat, rajin sedekah, tapi mulut masih tajam seperti silet kalau ngomongin tetangga, itu namanya "salah alamat". Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qalam ayat 4:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
"Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung."

Pernah ada seorang pria tua yang meludahi Nabi setiap kali beliau lewat. Apa Nabi membalas dengan lemparan batu? Atau bikin status di media sosial menyindir orang itu? Tidak. Saat pria itu sakit, justru Nabi-lah yang orang pertama menjenguknya dengan membawakan makanan. Akhlak Nabi itu bagaikan AC di tengah padang pasir; menyejukkan siapapun yang dekat dengannya, termasuk musuhnya.

Imam Hasan Al-Bashri pernah berkata: "Sesungguhnya yang membedakan mukmin dengan yang lainnya adalah akhlaknya." Kita ini seringnya ingin meniru Nabi saat beliau menang perang, tapi jarang mau meniru Nabi saat beliau mengalah pada istrinya.

Mari kita jadikan Maulid ini sebagai momen "service besar" akhlak kita. Kalau kemarin kita sering marah-marah, mulai hari ini mari kita rem sedikit. Kalau dulu kita pelit senyum, besok kalau ketemu orang, senyum saja, jangan pasang wajah lempeng seperti tembok rumah baru. Amal nyata kita mulai dari hal kecil: memaafkan kesalahan pasangan, berbakti pada orang tua tanpa mengeluh, dan berhenti memfitnah di grup WhatsApp keluarga.

Ya Allah, jadikanlah kami umat yang bukan sekadar pandai bicara tentang Nabi-Mu, tapi juga pandai mencerminkan kasih sayang dan budi pekerti beliau dalam setiap langkah hidup kami. Ampunilah lisan kami yang sering tajam, bersihkan hati kami dari rasa iri, dan kumpulkanlah kami bersama Baginda Nabi Muhammad ﷺ di surga-Mu kelak.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →