Logo Kangsantri AI

Cahaya Kasih Sang Nabi

Sambutan
A
Ahmad Khoiri
9 September 2026 3 menit baca 37 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَا...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ. لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.

Yang terhormat para alim ulama, para kiai, asatidz, dan asatidzah, wabil khusus kepada Bapak [Sebutkan Nama Tokoh/Ulama] yang telah berkenan hadir, serta seluruh hadirin tamu undangan yang dimuliakan Allah SWT.

Puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya, sehingga pada hari yang penuh berkah ini, kita dapat berkumpul dalam majelis mulia peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ. Shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda alam, Nabi Muhammad ﷺ, yang telah membimbing kita dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam yang terang benderang.

Perkenalkan, saya selaku Wakil Ketua Yayasan Mutiara Bangsa, berdiri di sini untuk menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam atas terlaksananya kegiatan ini.

Pertama-tama, izinkan saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Yayasan Mutiara Bangsa yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan acara ini dengan penuh khidmat. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras tanpa lelah, serta kepada para donatur dan mitra yang telah memberikan kontribusi nyata. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian di tempat ini merupakan bukti kecintaan kita kepada Rasulullah ﷺ.

Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali jejak langkah beliau dalam kehidupan kita. Allah SWT berfirman: “Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” (QS. Ali Imran: 31). Ayat ini menjadi pengingat bahwa tolok ukur cinta kita kepada Allah adalah seberapa jauh kita meneladani akhlak Rasulullah ﷺ dalam keseharian.

Di Yayasan Mutiara Bangsa, kami berupaya mengintegrasikan nilai-nilai kenabian tersebut ke dalam setiap program pendidikan dan sosial yang kami jalankan. Kami percaya bahwa membentuk generasi yang cerdas intelektual saja tidak cukup; mereka harus memiliki karakter yang berlandaskan sunnah Rasulullah ﷺ—karakter yang jujur, amanah, dan menebar kasih sayang bagi sesama.

Oleh karena itu, saya mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momen Maulid ini sebagai titik balik untuk memperkuat komitmen kita dalam beramal. Mari kita tingkatkan partisipasi aktif dalam program-program yayasan, baik dari sisi pendidikan maupun pengembangan umat, agar Yayasan Mutiara Bangsa dapat terus menjadi wadah yang memberikan kemaslahatan bagi bangsa dan agama.

Sebagai penutup, semoga peringatan Maulid Nabi ini tidak hanya berakhir pada seremonial belaka, melainkan mampu menanamkan benih kecintaan yang mendalam kepada Rasulullah ﷺ di dalam hati kita dan keluarga. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, memberikan kesuksesan bagi setiap langkah Yayasan Mutiara Bangsa, dan mengumpulkan kita semua bersama Rasulullah ﷺ di hari akhir nanti.

Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan acara maupun tutur kata saya yang kurang berkenan di hati Bapak dan Ibu sekalian.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →