Logo Kangsantri AI

Cahaya Cinta Sang Nabi

Sambutan
F
Fajar Pamungkas
20 Oktober 2026 4 menit baca 2 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ

Kepada yang terhormat para alim ulama, para kiai, asatidz, dan asatidzah yang senantiasa menjadi pelita penuntun umat, wabil khusus kepada Al-Mukarram [Nama Tokoh/Penceramah], orang tua kami, guru kami, yang senantiasa membimbing langkah-langkah kebaikan di Masjid Darussalam ini. Tak lupa, salam takzim kami haturkan kepada para sesepuh, tokoh masyarakat, serta seluruh jamaah sekalian yang dirahmati Allah SWT.

Puji dan syukur marilah senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang atas limpahan rahmat, hidayah, dan izin-Nya, pada malam yang mulia ini kita masih diperkenankan untuk duduk bersimpuh di rumah-Nya, memperingati hari lahir kekasih Allah, Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Sholawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada junjungan kita, Nabi akhir zaman, teladan sejati umat manusia, sayyidina wa maulana Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan kita selaku umatnya yang insya Allah senantiasa merindukan syafaatnya di yaumul akhir kelak.

Hadirin jamaah Masjid Darussalam yang saya muliakan, di tengah malam yang hening ini, izinkan saya, selaku Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi SAW, berdiri di hadapan Bapak, Ibu, dan saudara-saudara sekalian. Sungguh, dada ini terasa sesak, dan lisan ini terasa keluh. Ketika kita menyebut nama Muhammad SAW, ketika kita merajut kembali kisah-kisah agung tentang perjuangan beliau, air mata ini tak tertahankan. Mengapa? Bukan hanya karena rindu, tetapi karena jujur, kita merasa begitu jauh dari akhlak beliau.

Malam ini, di bawah naungan kubah Masjid Darussalam yang kita cintai, marilah kita sejenak merenung. Kita peringati maulid beliau, namun di luar sana, sunnah-sunnah beliau mungkin kian terlupakan. Kasih sayang yang beliau ajarkan, kelembutan hati yang beliau contohkan, kini seolah terkikis oleh ego dan kesibukan duniawi kita yang fana. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, di dalam Surah Al-Ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sungguh, benar-benar ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (iaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”

Allahu Akbar... Sebuah ayat yang seharusnya menggetarkan hati kita yang keras ini. Sudahkah kita benar-benar menjadikan beliau sebagai teladan? Ataukah kita hanya memperingati hari lahirnya dengan seremonial, sementara hati kita lalai dari air mata cinta kepada beliau? Rasulullah SAW menangis ketika memikirkan umatnya. Beliau berkata di ujung wafatnya, "Ummati... ummati... ummati..."—umatku, umatku, umatku. Lantas, sudahkah kita hari ini menangis karena takut mengecewakan pengorbanan beliau?

Hadirin sekalian yang saya hormati, atas nama seluruh panitia penyelenggara dari Masjid Darussalam, dari lubuk hati yang paling dalam, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga. Kepada para dermawan, para pengurus masjid, pemuda-pemudi remaja masjid, dan seluruh pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, yang telah mengerahkan tenaga, pikiran, dan air keringat demi terselenggaranya acara ini. Demi Allah, keringat dan lelah yang Bapak dan Ibu curahkan, sekecil apapun itu, semoga menjadi saksi di hadapan Rasulullah SAW kelak, bahwa kita adalah umat yang mencintai beliau dengan tulus. Terima kasih, jazakumullahu khairan katsiran. Pengorbanan kalian tidak akan pernah sia-sia di sisi Allah SWT.

Melalui momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, Masjid Darussalam berkomitmen untuk tidak hanya berhenti pada acara malam hari ini saja. Ke depan, mari kita hidupkan kembali majelis-majelis taklim, program cinta Al-Qur'an, dan gerakan kepedulian sosial bagi anak-anak yatim serta dhuafa di sekitar kita. Mari kita jadikan Masjid Darussalam ini sebagai saksi kebangkitan cinta kita kepada Rasulullah SAW, tempat di mana hati-hati yang lelah disembuhkan oleh zikir, dan tempat di mana ukhuwah kita dirajut kembali.

Akhirnya, marilah kita tundukkan kepala sejenak, memohon kepada Allah SWT agar majelis ini diberkahi, dosa-dosa kita diampuni, dan kelak kita diakui sebagai umat Nabi Muhammad SAW yang mendapatkan syafaatnya.

Saya sebagai ketua panitia, manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika dalam penyambutan, pelayanan, atau penyiapan fasilitas terdapat banyak kekurangan dan ketidaknyamanan.

Terima kasih atas segala perhatian, mohon maaf atas segala ketulusan yang mungkin terbesit kurang berkenan.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →