Logo SantriDigital

usia 40 th

Kultum
K
Khoerul Umam
27 April 2026 3 menit baca 0 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ، وَٱلصَّلَاةُ وَٱلسَّلَامُ عَلَىٰ أَشْرَفِ ٱلْمُرْسَلِين...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ، وَٱلصَّلَاةُ وَٱلسَّلَامُ عَلَىٰ أَشْرَفِ ٱلْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ ٱللهُ تَعَالَىٰ فِي كِتَابِهِ ٱلْكَرِيمِ: {أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ ٱلنَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ} (فاطر: 37) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. * * * Hadirin sekalian, para ananda, bapak, ibu, dan seluruh saudara/i seislam yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Air beriak tanda tak dalam, Bunga merekah indah dipandang. Bila usia telah mencapai empat puluh malam, Saatnya jiwa merenung dan berjuang. Sungguh, usia empat puluh adalah usia yang penuh makna. Allah sendiri mengabadikannya dalam Al-Qur'an. Usia ini seringkali kita anggap sebagai puncak kedewasaan, masa di mana pengalaman telah terakumulasi, akal telah matang, dan kekuatan fisik masih mumpuni. Namun, di balik semua itu, tersimpan sebuah peringatan ilahi yang begitu halus namun menusuk kalbu. Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahqaf ayat 15: {حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ} "Hingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdoa, 'Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tua ku dan agar aku mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan perbaikilah keturunanku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang Muslim.'" Lihatlah, para malaikat pun takjub mendengar doa hamba yang mencapai usia empat puluh. Betapa berbeda dengan kita, banyak di antara kita yang justru makin terlena. Lupa akan amanah, lupa akan bekal akhirat. Empat puluh tahun, bukankah itu berarti ribuan hari yang telah berlalu? Ribuan kesempatan untuk sujud, ribuan kesempatan untuk berdzikir, ribuan kesempatan untuk berbuat kebaikan. Namun, berapa banyak yang benar-benar kita manfaatkan dengan kesadaran penuh? Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Batas usia umatku adalah antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit sekali yang melampauinya.” (HR. Tirmidzi) Ini artinya, bagi sebagian besar dari kita yang telah melewati usia 40, sisa kehidupan semakin menipis. Seumpama lilin yang terus terbakar, semakin lama semakin pendek. Api duniawi seringkali memeluk kita erat di usia ini. Tanggung jawab menumpuk, urusan duniawi memburu. Namun, adakah kita telah menyiapkan bekal untuk perjalanan terpanjang yang sesungguhnya? Perjalanan menuju alam keabadian? Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu'anhu berkata, "Berlombalah dalam amal kebaikan sebelum datangnya masa tua yang membuatmu lemah, sebelum datangnya kematian yang memutus harapan." Sahabat yang dirahmati Allah, mari kita renungkan sejenak. Pagi keemasan telah berganti senja yang mulai memerah. Sisa tenaga dan waktu kita, untuk apa kita persembahkan? Untuk tumpukan harta yang takkan dibawa mati? Untuk pangkat dan kedudukan yang semu? Ataukah untuk cinta Ilahi yang kekal abadi? Ingatlah, setiap detik yang terlewat adalah kerugian yang tak terperi jika tak diisi dengan amal yang diridhai-Nya. Mari, jangan tunda lagi. Pagi esok adalah harapan, tapi pagi ini adalah kesempatan. Mari kita jadikan usia 40 ini sebagai titik tobat kita, titik kembali kita. Mulai perbaiki shalat kita, perbanyak dzikir dan istighfar kita, sebarkan kebaikan di sekitar kita. Niscaya Allah akan mempermudah segala urusan dunia dan akhirat kita. Ya Allah, jadikanlah usia 40 ini sebagai awal kebangkitan iman kami, titik terang hidayah-Mu bagi kami. Ampuni segala kelalaian kami. Berkahi sisa usia kami untuk berbakti kepada-Mu. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →